Teks

Terima kasih telah memilih sumber belajar dengan menggunakan teks. Sebelum lebih jauh memperdalam materi tentang organ pencernaan, kamu harus tahu tujuan pembelajarannya terlebih dahulu. Berikut adalah tujuan pembelajaran yang harus kamu capai:

Setelah membaca teks, peserta didik dapat:

  • Menyebtukan organ pencernaan pada manusia
  • Menjelaskan fungsi organ pencernaan pada manusia
  • Menganalisis fungsi enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kelenjar pencernaan

ORGAN PENCERNAAN MANUSIA

Di SMP dulu tentu kamu sudah mempelajari tentang organ-organ pencernaan pada manusia. Tidak jauh berbeda, kali ini juga kamu akan mengingat kembali organ apa saja yang menyusun pada sistem pencernaan manusia, mulai dari mulut sampai dengan anus. Berikut adalah penjelasannya.

Pencernaan pada manusia terdiri dari dua proses, yaitu secara mekanis dan secara kimiawi.

  1. Proses mekanis yaitu pencernaan yang melibatkan alat-alat sperti gigi, lidah dan peremasan makan oleh lambung.
  2. Proses kimiawi yaitu proses pencernaan yang dibantu oleh enzim-enzim pencernaan untuk melarutkan dan pemecahan dari molekul besar menjadi molekul yang berukuran lebih kecil.

Untuk melakukan proses pencernaan, diperlukan alat-alat pencernaan khusus. Berikut adalah penjelasan mengenai organ-organ pencernaan pada manusia:

1.       Mulut

Pertama kali makanan yang dikonsumsi akan memasuki mulut. Di dalam mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah. Di dalam mulut terjadi proses pencernaan secara mekanik oleh gigi dan lidah, serta mengalami pencernaan secara kimiawi dengan enzim yang dihasilkan oleh  kelenjar lidah (glandula salives).

a) Gigi

Pada manusia, gigi merupakan alat pencernaan secara mekanis. Gigi terdiri dari dua jenis yaitu gigi susu dan gigi tetap. Gigi susu terdiri dari 20 gigi, sedangkan gigi tetap terdiri dari 32 gigi. Berdasarkan fungsinya, gigi dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu gigi seri (insisivus)berjumlah 8 buah yang berfungsi sebagai alat pemotong makanan, gigi taring (caninus) berjumlah empat buah berfungsi sebagai perobek makanan, terakhir yaitu graham (molar) yang berfungsi sebagai alat pengunyah makanan.

b) Lidah

Lidah memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu mencampurkan dan menelan makanan. Lidah juga bisa berperan sebagai indera perasa karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa.

c) Kelenjar Ludah

Kelenjar ludah pada mulut terdiri dari tiga jenis yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis. Air ludah berperan penting dalam proses pencernaan kimiawi sebab mengandung enzim amilase atau ptyalin yang berfungsi mengubah amilum menjadi glukosa dan maltosa.

2.       Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan.

3.       Lambung (Ventrikulus)

Lambung terdiri dari tiga bagian, yaitu:

a) Bagian atas disebut kardiak, merupakan bagian yang berbatasan dengan esofagus.

b) Bagian tengah disebut fundus, merupakan bagian badan atau tengah lambung.

c) Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan usus halus.

Lambung berfungsi mengubah bolus menjadi kimus. Lambung menghasilkan getah lambung yang mengandung asam lambung (HCl) dan enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase. Asam lambung mampu mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin, menetralkan bolus, mengubah kelarutan garam, membuhun kuman, merngatur membuka dan menutupnya katup lambung, serta mengatur sekresi getah usus. Renin berfungsi mengendapkan air susu menjadi kasein atau protein susu. Sedangkan pepsin berfungsi mengubah protein menjadi peptida. Sementara lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

4.       Usus Halus (Intestinum)

Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter dengan lebar 25 mm. Usus halus mengandung vili yang berfungsi memperluas permukaan dalam penyerapan sari-sari makanan. Usus halus dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu duodenum atau 12 jari (sekitar 25 cm), jejunum atau usus kosong (sekitar 7 m), dan ileum atau usus penyerapan (sekitar 1 m). Di usus halus pencernaan lebih banyak terjadi secara kimiawi.

Pencernaan secara kimiawi ini melibatkan getah yang berasal dari hati, pankreas, dan kelenjar yang terdapat pada dinding usus halus itu sendiri. cairan empeduberwarna kuningkehijauan dihasilkan dari hati, cairan ini tersusun dari air, mucin, dan garam empedu. Getah empedu berfungsi untuk mencerna lemak, menetralkan asam klorida, dan merangsang gerka peristaltik.

Getah pankreas dihasilkan oleh kelenjar pankreas, getah ini terdiri dari lipase yang berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, tripsin mengubah protein jadi asam amino, dan amilase mengubah amilum menjadi glukosa. Sedangkan getah yang dihasilkan dari usus halus terdiri dari sukrase, maltase, laktase, dan peptidase.

5.       Usus Besar (Kolon)

Usus besar memiliki panjang sekitar 1 meter. Usus besar terdiri dari tiga bagian yaitu ascendens, transversum, dan descendens. Diantara usus halus dengan usus besar terdapat sekum (usus buntu), pada bagia ujungnya terdapat tonjolan kecul yang disebut dengan umbai cacing (apendiks). Usus besar berfungsi dalam penyerapan ari dan terjadi pembusukan sisa amkanan yang melibatkan bakteri escherichia coli. Selanjutnya, dengan gerakan peristaltik, makanan yang sudah tidak dapat dicerna lagi di dorong menuju rektum dan akhirnya keluar melalui proses defekasi melalui anus.

Itulah organ pencernaan yang terdapat pada manusia, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Sumber: Purnomo, dkk. Biologi Kelas XI Untuk SMA/MA. 2009. Jakarta: Pusat Perbukuan Depatemen Penddidikan Nasional.


Back                               Home                            Next

Posting Komentar